Cari Nafkah itu Bukan Jumlah, Melainkan Harus Cari Berkah

Youtube Tarbiyah Sunnah Channel
Ustaz Muhammad Nurul Dzikri menuturkan, perlu kita camkan bahwa masalah nafkah bukan masalah banting tulang. Masalah nafkah adalah masalah takwa. Sebagaimana disebutkan di dalam Alquran Surah At-Thalaq ayat 2 dan 3, bahwa orang yang bertakwa kepada Allah akan diberikan jalan keluar dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.
Rasulullah Saw. juga menegaskan yang diriwayatkan Imam Tirmidzi, bahwa jika kita benar-benar bertawakal dengan takwa yang sebenar-benarnya, maka Allah akan memberikan rezeki sebagaimana Allah memberikan rezeki kepada seekor burung. Burung keluar di pagi hari dalam kondisi perut lapar dan pulang di sore hari. Lihatlah burung pulang di sore hari, bukan jam 12 malam. Burung pulang sore hari dalam keadaan kenyang dan bawa rezeki buat anak-anaknya.
Jadi inilah keberkahan, bukan kuantitas berapa lama kita bekerja, tapi kualitas iman dan takwa kita dan ikhtiar yang maksimal. Ikhtiar yang maksimal bukanlah bekerja sampai jam 11 malam atau jam 2 malam, lalu weekend kita nambah-nambah atau cari sampingan sehingga kita lupa ngaji, belajar, dan ibadah. Jika hal ini terjadi, maka ini tidak berkah. Ingatlah, burung bisa enjoy bisa menikmati kehidupannya pulang sore dalam kondisi tenang, kenyang, dan bisa memberi anaknya karena berkah, takwa, ikhtiar, dan karena burung tidak melakukan maksiat, karena burung tidak menipu orang, karena ia berzikir kepada Allah. Sementara kita lupa berzikir kepada Allah, lupa mengaji, sehingga akhirnya kita diperbudak oleh dunia.
Kita diberikan waktu 168 jam/pekan. Masa tidak punya waktu 2 jam untuk belajar agama? sesibuk itukah kita? Lihatlah Nabi Muhammad Saw. Beliau itu seorang rasul, umatnya banyak, seorang kepala negara, pemegang kunci baitul mal (menteri keuangan). Beliau juga panglima perang, tapi beliau masih sempat belajar dengan Malaikat Jibril.
Kita presiden bukan, menteri bukan, panglima TNI bukan, nggak sempat belajar, subhanallah, ini nyari apa sih dalam hidup? Nabi istrinya sembilan orang, kita istri hanya satu orang dan masih banyak yang jomblo nggak ngaji-ngaji, jadi ini gimana sih? Ini kita sudah diperbudak dunia. Ada yang salah dengan hidup kita. Dan semakin kita diperbudak dunia, semakin sengsara.
Sebagian ulama dahulu, mereka mencari nafkah hanya 2 jam bisa eksis. Syekh Al-Albani misalnya, beliau itu tukang jam, beliau nggak kerja setiap hari. Kalau pun kerja paling hanya 2 atau 3 jam. Setelah tutup toko, beliau baca dan belajar.
Jadi masalahnya adalah keberkahan yang hilang. Maka yakinlah kita harus kembali kepada bagaimana mengatur waktu sesuai dengan Alquran dan Sunnah Nabi Saw.
Sumber:
Ceramah Ust. Muhammad Nurul Dzikri, LC. Yufid TV, Rezeki yang Berkah | youtu.be/K44VUjxJhWs

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mewaspadai Teror, Bom, dan Islamofobia yang Merebak (Lagi)

Berbahagialah, Bayi yang Meninggal akan Memohon Orang Tuanya Agar Dimasukkan Ke Surga