Sering Iri Menyaksikan Kebahagiaan Orang Lain, Inilah Terapinya yang Paling Manjur

Miftahul-huda.com
Pernahkah kamu melihat orang yang suka iri, misalnya tetangganya punya mobil dan rumah baru, orang itu jadi-jadi sakit demam dan sewot. Temannya punya baju baru, orang itu malah sebal, kesal dan uring-uringan. Hati-hatilah jika ada orang seperti itu. Pertanda dia tengah mengidap penyakit iri hati, dengki, atau hasud. Penyakit ini bukanlah penyakit fisik yang dapat jelas terlihat, melainkan penyakit hati atau penyakit jiwa yang tidak terlihat.
Jika kita melihat sesuatu yang sangat menarik perhatian, lalu kita pun tertarik. Itu adalah sesuatu yang wajah dan manusiawi. Begitulah menurut Syaikh Ali Jaber. Namun cukuplah ketertarikan itu hanya sebatas tertarik, tidak membuat kita terjerumus menjadi pribadi yang pendengki.
Menurut Syekh Ali Jaber, dengki termasuk dosa pertama di bumi sebagaimana yang terjadi dalam kasus Qabil dan Habil. Hasudlah yang menyebabkan Qabil tega menumpahkan darah Qabil, saudaranya sendiri yang tak berdosa. Syeikh Jabir menuturkan, dosa hasud adalah sebuah penyakit yang bisa membunuh pelakunya sebelum membunuh orang yang menjadi korbannya. Iri hati merupakan penyakit yang sangat berbahaya dan termasuk penyakit qalbu (hati). Dosa hasud bukan hanya yang merasa iri pada kenikmatan yang didapatkan orang lain, bahkan sampai pada level berhasrat mendapatkan nikmat yang sama atau lebih daripada itu.
Teknikhidup.com
Syeikh Ali Jabir melanjutkan, bahwa pada masa sahabat Rasulullah hal itu pernah terjadi. Ketika ada seseorang diberikan oleh Allah berupa kecantikan, kulitnya putih, kemudian seorang sahabat merasa dengki. Kemudian Rasulullah menasihati agar tidak mendengki. Justru sebaliknya, beliau menyarankan agar mendoakan keberkahan untuknya.
Meskipun penyakit hasud itu tidak terlihat, namun masih ada kesempatan untuk sembuh dan terbebas darinya. Sebagaimana dituturkan Syaikh Ali Jaber, sebelum kita dihinggapi penyakit hasud, alangkah baiknya kita mendoakan dengan mengatakan: Maasya Allah (inilah yang dikehendaki Allah, sebuah ekspresi kekaguman), Baarakallah (Semoga engkau diberkahi Allah). Jadi supaya kita tidak menjadi orang yang hasud, banyak-banyak mendoakan jika kita menyaksikan orang lain diberikan kenikmatan. Doakan mereka agar diberkahi hartanya dan keluarganya. Kata Syeikh Jaber, jika kita selalu mendoakan, Insya Allah Dia akan menjauhkan kita dari sifat hasud.
Yusufmansur.com
Syeikh Ali Jaber menekankan sekali lagi, bahwa sifat hasud sebenarnya tidak akan menyakiti orang lain, tapi justru menyakiti diri kita sendiri. Tentu yang rugi bukan orang lain, melainkan diri kita sendiri. Jadi sudah sepatutnya, kita menjauhinya. Beliau mengutip sebuah pesan pesan Rasul, laa tahaasadu! (Janganlah kalian—di antara kita sesama Muslim—saling menghasud). Bahkan justru alangkah indahnya saling mendoakan agar mendapatkan keberkahan dalam kehidupan. Saling mendoakan agar ditutupi aib kita, saling mendoakan agar mendapatkan kebahagiaan dunia dan akhirat. Itulah orang-orang yang memiliki keimanan yang istimewa.
Sumber:
Dari Kultum Syeikh Ali Jaber, Dosa Pertama Kali Di Bumi di akun YouTube RCTI Official www.youtube.com/watch?v=7a3BEkAEFiM&t=117s

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mewaspadai Teror, Bom, dan Islamofobia yang Merebak (Lagi)

Berbahagialah, Bayi yang Meninggal akan Memohon Orang Tuanya Agar Dimasukkan Ke Surga