Subhanallah, Inilah Pesan Terakhir Alhmarhum Ustaz Hari Moekti, Sang Dai Mantan Rocker Pejuang Khilafah

Kumparan.co
Jika sekarang ini para artis ramai berhijrah, maka Hari Moekti sudah melakukannya jauh-jauh hari. Bahkan dia disebut-sebut sebagai pelopor hijrah para artis. Uniknya lagi, hijrah yang dia lakukan tidak setengah-setengah. Dia total meninggalkan dunia artis yang telah melambungkan namanya dan memilih jalan dakwah dengan menjadi seorang pendakwah.
Tentu ini bukanlah jalan yang mudah. Beliau sempat menuturkan setelah dirinya berhijrah mendapatkan tawaran manggung keliling Indonesia yang nilai bayarannya sangatlah menggiurkan. Luar biasanya dia memilih istikamah dengan pilihannya. Dia menolak tawaran itu dan tetap istikamah di jalan dakwah. Inilah yang barangkali patut diteladani oleh siapa pun.

Tempo.co
Kepergian Hari Moekti diusia 61 tahun meninggalkan duka mendalam tak hanya bagi dunia musik tanah air, tetapi juga dunia dakwah Islam. Sosok dai yang mantan roker ini memiliki pembawaan yang tegas saat menyampaikan dakwahnya. Dan tentu saja jiwa seni dan kharismanya tidak pernah redup.
Apakah pesan terakhir beliau? “Pesan terakhirnya cuma teruskan saja dakwah Islam," ungkap sang adik, Chandra Moekti sebagaimana dilansir detikHOT. 
Dalam kondisi sakit, berbaring di ruangan rumah sakit, Ustaz Hari Moekti menuturkan ketika merespon Ustaz Fathurrahman, “Saya jadi semangat. 61 (tahun). 2 tahun lagi seusia Rasulullah. Rasul wafat umur 63. Kalau umur 2 tahun lagi, cukuplah untuk berdakwah. Dalam keadaan sakit, masih tetap semangat. Apa yang saya bisa tinggalkan? Dulu saya artis, banyak merusak umat. Kalau pernah menjadi penggemar Hari Moekti, maafkan saya. Dunia ini bisa sejahtera, dunia ini selamat dengan diturunkannya hamba Allah yang paling mulia, Muhammad Rasulullah Saw.”
Ustaz Hari Moekti kemudian mengutip Surah Al-Anbiyaa’ ayat 107 yang mengabarkan bahwa Rasulullah diutus sebagai rahmat untuk seluruh alam. Kemudian beliau melanjutkan, “Yang saya pahami, rahmat itu kasih sayang. Terjadi pertempuran, perzinaan, pembunuhan, bencana, kerusakan di muka bumi. Masya Allah. Nggak cukup prihatin.”
Rmol.co
Beliau mengutip Surah Ar-Ruum ayat 41. Beliau lalu melanjutkan, “Kita diingatkan oleh Allah, telah nampak kerusakan di daratan, di lautan, akibat ulah tangan-tangan manusia. Alfaqir merasa sebagai salah satu yang merusak, sebagai artis. Bukan berati tangan-tangan manusia menggoyang laut jadi tsunami. Bukan berarti tangan-tangan manusia memegang gunung, meletus. Bukan. Karena manusia dengan tangannya, dengan kekuasaannya menyebabkan bencana.
Salah satu penyebab bencananya LGBT disahkan oleh kekuasaan. Itu yang menyebabkan bencana. Kalaulah bencana itu tsunami, bencana kecil. Bencana Tsuanami itu kecil. Bencana besarnya adalah bencana akidah. Pemurtadan di mana-mana. Murtad boleh, masya Allah. Alfaqir mudah-mudahan masih diberi umur panjang oleh Allah (dapat) menyaksikan tegaknya daulah khilafah karena rahmatan lil alamin itu diterapkannnya syariat Islam secara menyeluruh dalam segala aspek kehidupan: berumah tangga, bermuamalah, berekonomi, berpolitik, berbudaya, termasuk ibadah-ibadah ritual.”
Beliau menangis seraya berkata, “Allah kabulkanlah doaku. Berikan kekuatan kepada kami untuk senantiasa berjuang sampai tegak daulah khilafah. Daulah khilafah. Allahu akbar… Allahu akbar, ya Allah panjangkan umurku dalam dakwah. Berikanlah kekuatan bersatunya kaum muslimin di muka bumi ini dengan menerapkan syariat-Mu sampai tegaknya daulah khilafah. Allahu akbar, Allahu akbar.”
Sumber:
hot.detik.com/celeb/4081181/ini-pesan-terakhir-hari-moekti-pada-sang-adik
Pesan Terakhir Ustadz. HARI MOEKTI #HariMoektiPejuangKhilafah | youtu.be/yNRWKgopPjo

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mewaspadai Teror, Bom, dan Islamofobia yang Merebak (Lagi)

Berbahagialah, Bayi yang Meninggal akan Memohon Orang Tuanya Agar Dimasukkan Ke Surga